<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<srw_dc:dcCollection xmlns:srw_dc="info:srw/schema/1/dc-schema" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="info:srw/schema/1/dc-schema http://www.loc.gov/standards/sru/resources/dc-schema.xsd ">
  <srw_dc:dc>
    <title xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Pustamera /</title>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Jipubay</creator>
    <type xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</type>
    <publisher xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Yogyakarta : Laksana,</publisher>
    <date xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2020</date>
    <language xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</language>
    <description xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">“Selamat siang, para tahanan.” Sipir Kepala membuka pidato dengan mengatakan bahwa tempat ini mempunyai nama resmi Pusat Tahanan Semesta Raya. Mulai disebut Neraka oleh tahanan generasi paling awal sehingga menyaingi nama Pustamera.Sipir Kepala terus mendongengkan sejarah Pustamera sebagai tahanan terbaik di Semesta Raya. Tahanan termewah di negara itu. Tahanan dengan fasilitas terlengkap. Tahanan yang dipenuhi rahasia masing-masing penghuninya.Barbara Ray, putri seorang musisi kondang dari Negara Jauh, sedang tinggi dengan hidung berlepotan bubuk putih ketika sekompi polisi mendatangi apartemennya. Ia dibawa ke Pustamera dan bertemu dengan Arman, seorang tahanan istimewa, pemilik sebuah formula luar biasa yang membuat Barbara harus menjalani hidup di dua dunia; mimpi dan realitas.</description>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">fiksi</subject>
    <identifier xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-602-407-775-4</identifier>
  </srw_dc:dc>
</srw_dc:dcCollection>
