<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>Jika tuhan maha kuasa kenapa manusia menderita : memahami akidah Islam bersama Al-Ghajali /</dc:title>
  <dc:creator>
   Ulil abshar abdalla
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:publisher>Yogyakarta : Bukumojok,</dc:publisher>
  <dc:date>2021</dc:date>
  <dc:language>ind</dc:language>
  <dc:description>Jika Tuhan Maha Kasih dan Kuasa, kenapa Dia menimbulkan kesengsaraan pada manusia melalui pandemi korona? Jika sungguh-sungguh berkuasa, kenapa Dia tak segera melenyapkan penderitaan ini agar manusia hidup normal kembali?Pertanyaan “skeptis” semacam ini sangatlah wajar, manusiawi. Tuhan tak akan marah karena pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Saya kurang setuju manakala seseorang mengajukan pertanyaan yang berbau “protes” itu, lalu dihadapi dengan “hardikan”.</dc:description>
  <dc:subject>Aqaid dan Ilmu Kalam</dc:subject>
  <dc:identifier>URN:ISBN:978-623-7284-37-6</dc:identifier>
</rdf:Description>

