<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Andai kita tak berpisah /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Faruq Juwaidah
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Musyfiqur Rahman
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Muhammad Ali Fakih
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Yogyakarta : DIVA Press,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2021</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Andai Kita Tak Berpisah—yang judul aslinya adalah Lau Annana Lam Naftariq—merupakan salah satu antologi puisinya yang paling terkenal di Mesir, terutama di kalangan anak-anak muda, karena sebagaimana sebagian besar sajaknya, sajak-sajak dalam antologi puisi ini bertemakan cinta dan asmara, meski ada pula beberapa sajak kritik sosial-politik yang tak kalah anggun daripada sajak-sajak cintanya. Sajak-sajaknya menggunakan diksi-diksi yang mudah dipahami, tetapi dengan perenungan yang mendalam. Kalimat-kalimatnya sederhana, namun tajam dan menggugah—dan, memang inilah letak keistimewaan sajak-sajak Faruq Juwaidah.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Judul asli: Lau Anna Lam Naftariq</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Andai Kita Tak Berpisah—yang judul aslinya adalah Lau Annana Lam Naftariq—merupakan salah satu antologi puisinya yang paling terkenal di Mesir, terutama di kalangan anak-anak muda, karena sebagaimana sebagian besar sajaknya, sajak-sajak dalam antologi puisi ini bertemakan cinta dan asmara, meski ada pula beberapa sajak kritik sosial-politik yang tak kalah anggun daripada sajak-sajak cintanya. Sajak-sajaknya menggunakan diksi-diksi yang mudah dipahami, tetapi dengan perenungan yang mendalam. Kalimat-kalimatnya sederhana, namun tajam dan menggugah—dan, memang inilah letak keistimewaan sajak-sajak Faruq Juwaidah.</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Puisi mesir</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-623-293-128-2</dc:identifier>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
