<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Adakah air mata umtuk orang-orang tak bersalah /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Linda christanty
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Margareth ratih fernandez
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Yogyakarta : Buku mojok,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2021</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">“Di Jakarta, saya menyaksikan dengan lebih jelas bagaimana praktik kekuasaan memecah belah warga. Dan turut merasakan dampak dari trauma yang dialami orang-orang di luar Pulau Jawa begitu mereka mendengar kata Jakarta. Helai-helai rambut mereka langsung berdiri tegak (dalam benak saya), begitu kata kunci ini disebut. Terutama di wilayah-wilayah bekas konflik di luar Jawa. Jakarta dianggap sebagai sumber masalah. Sebagian orangnya dianggap pembawa masalah, terutama para politikus. Karena itu, memindahkan ibu kota dan mengganti namanya mungkin dianggap semacam jalan keluar dan juga kesempatan membagi citra buruk itu kepada kota lain.”</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">“Di Jakarta, saya menyaksikan dengan lebih jelas bagaimana praktik kekuasaan memecah belah warga. Dan turut merasakan dampak dari trauma yang dialami orang-orang di luar Pulau Jawa begitu mereka mendengar kata Jakarta. Helai-helai rambut mereka langsung berdiri tegak (dalam benak saya), begitu kata kunci ini disebut. Terutama di wilayah-wilayah bekas konflik di luar Jawa. Jakarta dianggap sebagai sumber masalah. Sebagian orangnya dianggap pembawa masalah, terutama para politikus. Karena itu, memindahkan ibu kota dan mengganti namanya mungkin dianggap semacam jalan keluar dan juga kesempatan membagi citra buruk itu kepada kota lain.”</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Fiksi indonesia</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-623-7284-48-2</dc:identifier>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
