<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<modsCollection xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-5.xsd">
  <mods version="3.5">
    <titleInfo>
      <title>Katalog naskah kuno Banyuwangi</title>
    </titleInfo>
    <name type="personal" usage="primary">
      <namePart>Tim Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi</namePart>
    </name>
    <typeOfResource>text</typeOfResource>
    <originInfo>
      <place>
        <placeTerm type="text">Banyuwangi</placeTerm>
      </place>
      <publisher>Dinas Perpustakaan dan Keasipan Kabupaten Banyuwangi</publisher>
      <dateIssued>2021</dateIssued>
      <edition>Cet. 1</edition>
      <issuance/>
    </originInfo>
    <language>
      <languageTerm authority="iso639-2b" type="code">ind</languageTerm>
    </language>
    <physicalDescription>
      <form authority="marccategory">text</form>
      <form authority="marcsmd">regular print</form>
      <extent>xviii, 264 hlm. : Ilus. ; 25 cm.</extent>
    </physicalDescription>
    <tableOfContents>Banyak naskah di Indonesia disimpan oleh warga masyarakat di tempat naskah itu berasal dan berfungsi. Naskah itu sering terlupakan, baik oleh para sarjana dan anggota masyarakat sendiri sehingga perhatian terhadap naskah sering tidak ada. Di Banyuwangi keadaannya jelas berbeda karena naskah ditelusuri, didigitalkan dan digunakan dalam sesi Mocoan, ritual pelantunan tembang berbasis naskah kuno. Katalog ini meru-pakan upaya yang berhasil untuk membuka khazanah naskah di ujung timur pulau Jawa dan sangat penting untuk disebarkan baik di Indonesia maupun di luar negeri untuk melebarkan wawasan tentang naskah terkait fungsi, bentuk dan isinya. Terbitnya Katalog Naskah Kuno Banyuwangi ini, menggambarkan bagaimana kuatnya tradisi pesantren menjadi bagian dari laku hidup rakyat Banyuwangi. Nyaris semua naskah menggunakan aksara Pegoi dan bermuatan nilai-nilai Islami. Ini menjadi bukti sahih bagaimana pesantren menjadi aktor penting dalam mengintegrasikan Islam dan kebudayaan di Banyuwangi. Sangat menggembirakan. Ternyata masih banyak ditemukan naskah kuno di Banyuwangi. Isinya beragam, mulai tasawuf, figih, legenda, cerita para nabi, cerita wayang sampai primbon. Bahasanyapun beragam pula. Jawa, Madura, Melayu dan Arab. Pengaruhnya seperti kita saksikan sekarang, Relief kebudayaan di Banyuwangi sedemikian kaya karena berbagai etnik ikut memahatnya. Naskah kuno adalah mata air yang tak kering di rimba hikmahnya. Karena itu, seperti diungkap di katalog ini, mari kita rawat riwayat untuk memetik beribu hikmat.</tableOfContents>
    <note type="statement of responsibility" altRepGroup="00">Wiwin indiarti, Anasrullah, Ayung Notonegoro, Welly Abdur Ridho, Venedio Nala Ardisa, Ilham Saifulloh</note>
    <note type="bibliography">Bibliografi: hal. 243-253</note>
    <subject>
      <topic>Manuskrip</topic>
    </subject>
    <subject>
      <topic>Katalog</topic>
    </subject>
    <classification authority="ddc">091.016 095 828 82</classification>
    <classification authority="">091.016 095 828 82 TIM k</classification>
    <identifier type="isbn">978-623-95161-4-7</identifier>
    <recordInfo>
      <recordContentSource authority="marcorg">JIPUBAY</recordContentSource>
      <recordCreationDate encoding="marc">220113</recordCreationDate>
      <recordChangeDate encoding="iso8601">20220113025246</recordChangeDate>
      <recordIdentifier>INLIS000000000694097</recordIdentifier>
      <recordOrigin>Converted from MARCXML to MODS version 3.5 using MARC21slim2MODS3-5.xsl
				(Revision 1.106 2014/12/19)</recordOrigin>
    </recordInfo>
  </mods>
</modsCollection>
