<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>Ini Banyuwangi Sri Tanjung hidup kembali /</dc:title>
  <dc:creator>
   Aekanu hariyono
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Novi anoegrajekti,dkk
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Rroberert
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Jonas wittke,dkk
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:publisher>Banyuwangi : Lembaga Kajian Pendidikan Adat Budaya dan Lingkungan kiling Osing Banyuwangi,</dc:publisher>
  <dc:date>2020</dc:date>
  <dc:language>ind</dc:language>
  <dc:description>Bibliograi, Hal. 196-198</dc:description>
  <dc:description>Buku ini merupakan mitos dan cerita Sri tanjung yang sangat lekat dihati masyarakat Banyuwangi, yang diyakini bahwa arwah Sri tanjung itu ada dan melindungi bagi yang mempercayainya. Mitos tentang Sri Tanjung yang dibunuh oleh suaminyta sendiri dipercaya oleh masyarakat Banyuwangi berada disekitar Pendopo Shaba Swagata Blambangan dan air mengalir dalam tanah mengikuti kapiler ke sebalah timur Pendopo (ada sumur kompleks pendopo di belakang rumah Using dan sumur yang ada dirumah penduduk warga Temenggungan, kapiler rembesan air itu juga berada di sekitar Taman Sritanjung.</dc:description>
  <dc:subject>Foklror</dc:subject>
  <dc:subject>Legenda</dc:subject>
  <dc:identifier>URN:ISBN:978-623-94138-0-4</dc:identifier>
</rdf:Description>

