<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000694121</controlfield>
  <controlfield tag="005">20220530025732</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0522000003</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">220530                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">JIPUBAY</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Retno Ajeng</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Membasmi Korupsi /</subfield>
   <subfield code="c">Retno Ajeng; penyunting, Abd. Kholiq</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cet.1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">viii, 92 hlm ;</subfield>
   <subfield code="c">14,8 x 21 cm.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-9434-90-3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">364.1323</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">364.1323 RET m</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Yogyakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Group relasi inti media, angota IKAPI,</subfield>
   <subfield code="c">2021</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Fenomena korupsi bukan hal yang baru, mungkin telah ada sejak awal sejarah manusia kecuali pada pemerintahan yang sangat primitif (Alatas, 1983), dimana secara konsep perilaku belum dikenal meskipun gejalanya sudah ada. Korupsi secara historis merupakan konsep dan perilaku menyimpang secara hukum, ketika secara sosial politik telah terjadi pemisahan antara kepentingan pribadi dengan kepentingan publik , namun pada kekuasaan dikaitkan dengan hereditas dan pelimpahan wewenang dari yang maha kuasa [kekuatan supranatural] atau karena kepahlawanan [knight] yang diikuti dengan perasaan berhak keistimewaan [dengan dukungan diam-diam dari rakyat] maka terdapat kecenderungan untuk melihat bahwa pemanfaatan berbagai sumberdaya finansial dan nonfinansial untuk kepentingan penguasa atau knight sebagai hal yang wajar meskipun at the expenses of the people, karena keluarbiasaan hidtoris dan kekuasaannya yang bukan berasal dari rakyat.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Korupsi (Dalam politik)</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Abd. Kholiq</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">JIPUBAY</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">506008/DPKBWI/2022</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">506009/DPKBWI/2022</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">506010/DPKBWI/2022</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
