<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>101 tips cerdas mengatasi panas dan kejang pada balita /</dc:title>
  <dc:creator>
   Widya Ernawati
   Pengarang
   Widya Ernawati
   Pengarang
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:language>ind</dc:language>
  <dc:description>Bibliografi : halaman 104</dc:description>
  <dc:description>Kejang pada bayi baik yang disertai demam atau tidak, bisa berdampak fatal. Kejang terjadi akibat adanya kontraksi otot yang berlebihan dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan. Salah satu penyebab terjadinya kejang demam yaitu tingginya suhu badan anak. Timbulnya kejang yang disertai demam ini diistilahkan sebagai kejang demam (convalsio febrilis) atau stuip/step. Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36-37 C. Si kecil dinyatakan demam bila temperatur tubuhnya yang diukur melalui mulut?telinga menunjukan angka 37,8 C; melalui rektum 38 C, dan 37,2 C melalui ketiak. Sebelum panas anak semakin tinggi, segera beri obat penurun panas. Selain dapat mengalami panas dan kejang, bayi juga rentan mengalami berbagai penyakit dan gangguan lainnya.</dc:description>
  <dc:subject>Konvulsi pada anak</dc:subject>
  <dc:subject>Demam pada anak</dc:subject>
  <dc:identifier>URN:ISBN:978-623-6227-88-6</dc:identifier>
</rdf:Description>

