<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>Pemberdayaan ekonomi desa : budidaya durian /</dc:title>
  <dc:creator>
   Sumarlin
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:publisher>Yogyakarta : Griya Pustaka Utama,</dc:publisher>
  <dc:date>2022</dc:date>
  <dc:language>ind</dc:language>
  <dc:description>Bibliografi : halaman 75</dc:description>
  <dc:description>Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, tetapi sebagian yang lain malah muak dengan aromanya. Durian sangat beraneka ragam. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan. Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula ras ras lokal yang di kenal baik namun belum mengalami tahap seleksi untuk meningkatkan kualitasnya.</dc:description>
  <dc:subject>Budidaya durian</dc:subject>
  <dc:subject>Buah tropis</dc:subject>
  <dc:identifier>URN:ISBN:978-623-6227-70-1</dc:identifier>
</rdf:Description>

