<?xml version="1.0"?>

 <rdf:Description xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <dc:title>Membangun gerakan antikorupsi /</dc:title>
  <dc:creator>
   Wijaya Kusuma
  </dc:creator>
  <dc:creator>
   Abd. Kholiq
  </dc:creator>
  <dc:type>text</dc:type>
  <dc:publisher>Yogyakarta : Familia,</dc:publisher>
  <dc:date>2017</dc:date>
  <dc:language>ind</dc:language>
  <dc:description>Bibliografi: halaman 99-100</dc:description>
  <dc:description>Keberhasilan gerakan anti korupsi tidak hanya diukur dari berapa banyak koruptor dipenjara dan berapa besar uang negara bisa diselamatkan. akan tetapi, kesuksesannya juga diukur dari dampak gerakan ini terhadap pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, jika ekonomi hanya dikuasai segelintir orang dan masih banyak rakyat miskin, gerakan ini belum berhasil mencapai tujuannnya. Inilah sesungguhnya esensi dan tujuan akhir Gerakan Anti Korupsi. Perluasan indikator keberhasilan bukan berarti menambah pekerjaan Gerakan Anti Korupsi. Sebaliknya, hal ini justru akan memperkuat legitimasi serta meningkatkan dan memperluas pengaruh gerakan ini terutama pada rakyat, terutama dari kalangan bawah.</dc:description>
  <dc:subject>Korupsi (Dalam politik)</dc:subject>
  <dc:identifier>URN:ISBN:978-602-6556-83-7</dc:identifier>
</rdf:Description>

