<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000694961</controlfield>
  <controlfield tag="005">20230113124027</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0123000273</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">230113                           0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="040" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">JIPUBAY</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Risa Saraswati</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Samex sawarga malapetaka /</subfield>
   <subfield code="c">Risa Saraswati</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cet. 1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">x+210 hlm ;</subfield>
   <subfield code="c">19 cm</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-602-220-447-3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">899.221 3</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">899.221 3 RIS s</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Bukune Kreatif Cipta,</subfield>
   <subfield code="c">2022</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jika ditanya tentang siapa hantu yang paling kutakuti, aku pasti akan menyebut sebuah nama. Puluhan alasan bisa kutulis, tapi yang terkuat adalah karena sosok perempuan ini tidaklah terasa asing.Semasa hidupnya dia kerap datang berkunjung ke rumah Kakek dan Nenek. Bersilaturahmi, membawa oleh-oleh, bercengkerama dengan keluarga, bahkan menginap sebelum kembali pulang ke rumahnya di luar kota. Kami semua menganggapnya bagian dari keluarga.Setelah kematian, kisahnya tidak serta-merta pergi. Namanya tetap disebut dalam perbincangan. Kali ini diiringi ketakutan yang tercipta karena penampakannya. Dia yang telah pergi, kembali datang. Mengetuk setiap jendela orang-orang yang dikenalnya semasa hidup, bermunculan dalam mimpi saudara-saudaraku, dengan satu benang merah, 'meminta tolong'. Kini, aku mengumpulkan keberanian untuk menyatukan serpihan memori tentang dia yang kami sebut Samex, Tentu saja ini bukan nama sebenarnya.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Fiksi Indonesia</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Penyunting : Syafial Rustama</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="850" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">JIPUBAY</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">508373/DPKBWI/2022</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">508374/DPKBWI/2022</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="990" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">508375/DPKBWI/2022</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
