<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000695689</controlfield>
  <controlfield tag="005">20230920013049</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-0923000042</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">230920                g          e ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-623-99765-5-8</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">080</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">080 SAM r</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Samsudin Adlawi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Rebound total :</subfield>
   <subfield code="b">man nahnu 4 /</subfield>
   <subfield code="c">Samsudin Adlawi</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cet. 1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Taresia,</subfield>
   <subfield code="c">2023</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">x,325 hal. :</subfield>
   <subfield code="b">ilus. ;</subfield>
   <subfield code="c">21 cm.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Kumpulan esai</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">hanya sedikit orang yang sedemikian paham tentang dinamika Banyuwangi dan mampu menuliskannya dengan baik seperti Samsudin Adlawi. Kejeliannya mengidentifikasi serta menafsirkan peristiwa, serta menuliskannya dengan obyektif, patut diacungi jempol.&#13;
&#13;
Setiap manusia melintasi ribuan peristiwa saban harinya. Kadang kita melewatkannya begitu saja. Tapi Samsudin Adlawai adalah penulis yang baik. Dia mampu melihat dan secara jeli menangkap cerita yang berseliweran itu: dari soal pemerintahan, seni-budaya, politik, sampai urusan kesehatan. Semua terurai dengan apik di buku ini.&#13;
&#13;
Satu hal yang kerap saya kagumi: Samsudin Adlawi tak pernah melihat peristiwa secara &quot;hitam-putih&quot;. Dia tak pernah finis. Selalu membuka kemungkinan untuk didebat. Dia mampu meletakkan tulisan secara proporsional di antara bandul tatanan ideal dan dilema-dilema lapangan yang membuat hidup tak selamanya sesuai harapan.</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
