<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
 <record>
  <leader>     na                 </leader>
  <controlfield tag="001">INLIS000000000695723</controlfield>
  <controlfield tag="005">20231004085923</controlfield>
  <datafield tag="035" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">0010-1023000013</subfield>
  </datafield>
  <controlfield tag="007">ta</controlfield>
  <controlfield tag="008">231004                g          0 ind  </controlfield>
  <datafield tag="020" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">978-623-313-509-2</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="082" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">091.598 288 2</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="084" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">091.598 288 2 WIW b</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="100" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Wiwin Indiarti</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="245" ind1="1" ind2=" ">
   <subfield code="a">Babad Balambangan (BR. 384) :</subfield>
   <subfield code="b">deskripsi dan alih aksara /</subfield>
   <subfield code="c">Wiwin Indiarti, Adi Deswijaya</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="250" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Cet.1</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="260" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Jakarta :</subfield>
   <subfield code="b">Perpusnas PRESS,</subfield>
   <subfield code="c">2022</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="300" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">vi, 40 hal. :</subfield>
   <subfield code="b">ilus ;</subfield>
   <subfield code="c">23 cm.</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="650" ind1=" " ind2="4">
   <subfield code="a">Manuskrip--Kajian</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="700" ind1="0" ind2=" ">
   <subfield code="a">Adi Deswijaya</subfield>
  </datafield>
  <datafield tag="520" ind1=" " ind2=" ">
   <subfield code="a">Naskah Babad Balambangan (Br 384) merupakan turunan dari naskah KBG 337 koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Manuskrip beraksara Jawa berlanggam prosa ini berisi teks yang menceritakan nenek moyang keluarga raja-raja Blambangan dari abad ke- 17 hingga akhir abad ke-19. Wiracarita mengalir dari masa Prabu Tawangalun hingga Raden Tumenggung Pringgakusuma di ujung timur Jawa. Secara tekstual naskah ini merupakan salah satu naskah dari korpus naskah-naskah Babad Blambangan yang lebih dikenal sebagai Babad Tawangalun. Naskah-naskah yang termasuk ke dalam korpus Babad Blambangan di antaranya Babad Balambangan Purwasastra (Babad Willis), Babad Bayu, Babad Sembar, Babad Mas Sepuh, Babad Notodiningratan dan Babad Tawangalun.&#13;
&#13;
Babad Tawangalun secara tekstual memiliki dua bentuk penulisan yaitu tembang (puisi) dan gancaran (prosa). Versi-versi gancaran Babad Tawangalun di antaranya adalah tiga buah naskah yang disimpan di Bagian Naskah Perpustakaan Nasional Jakarta, yaitu: KBG 337, naskah beraksara Jawa yang diberi judul Boekoe dari tjerita babatnja negeri Blambangan, Br 384, naskah beraksara Jawa yang sama dengan KBG 337; Br 453, naskah yang ditulis dengan aksara pegon. Dua versi naskah gancaran lain berada di Universiteitsbibliotheek di Leiden, yaitu LOr 4087 yang diawali dengan catatan mengenai menyan dan LOr 4088. Naskah-naskah ini memiliki salinannya: dua buah di Bagian Naskah Fakultas Sastra Universitas Indonesia, yaitu Babad Blambangan C yang disalin dari KBG 337, dan Babad Blambangan D, salinan dari Br 453, kedua-duanya dijilidkan bersama dan terdaftar sebagai G 22; dua lagi di Universiteitsbibliotheek di Leiden, yaitu LOr 10.699 dan BCB portf. 180, kedua-duanya salinan dari Lor 4087. Keberadaan naskah ini pernah dicatat oleh Pigeaud' dan Witkam.</subfield>
  </datafield>
 </record>
</collection>
