<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<srw_dc:dcCollection xmlns:srw_dc="info:srw/schema/1/dc-schema" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="info:srw/schema/1/dc-schema http://www.loc.gov/standards/sru/resources/dc-schema.xsd ">
  <srw_dc:dc>
    <title xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Awas bahaya televisi : kenali dan cegah pengaruhnya /</title>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Igrea Siswanto</creator>
    <creator xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Juliana</creator>
    <type xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</type>
    <publisher xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Depok : Khalifah Mediatama,</publisher>
    <date xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2017</date>
    <language xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</language>
    <description xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Banyak adegan kekerasan, bahkan kematian yang dibawakan dengan cara humor di televisi sehingga tak lagi membuat anak takut atau merasa bersalah akan konsekuensi jika ia melakukan hal yang sama. Benarkah televisi bahayanya melebihi manfaatnya? Televisi sebagai perusak perilaku anak, penyebab munculnya problematika anak. Sementara yang lainnya berpendapat bahwa televisi merupakan suatu kebutuhan, namun penggunaannya harus dengan beberapa persyaratan tertentu. Nah, akan lebih baik kalau kita tahu bahaya televisi, konon televisi banyak berpengaruh negatif dalam pendidikan anak.</description>
    <description xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Bibliografi : halaman 32 - 33</description>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Televisi</subject>
    <subject xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">masyarakat</subject>
    <identifier xmlns="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-602-6323-52-1</identifier>
  </srw_dc:dc>
</srw_dc:dcCollection>
