<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Belum haji sudah mabrur : kisah-kisah sufistik haji /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Mokh. Syaiful Bakhri
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Wakhid Nur E
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:publisher xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Jakarta : Al - Kautsar Prima,</dc:publisher>
    <dc:date xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">2023</dc:date>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kisah-kisah sufistik haji pada buku ini menjelajahi secara mendalam hakikat (dimensi esoteria) ibadah haji melalui pengalaman dan penghayatan spiritual tokoh-tokoh sufi semcam Imam Ali Zaynal Abidin, al-Syibli, al-Junayd, Sufyan al- Tsawri, Abdullah bin Mubarak, Abu Yazid al-Busthami, Ibrahim al-Wasithi, dan. Fudhayl bin Ayyadh. Melalui kisah "Kembalilah! Kembalilah!" dan kisah "Sudah Haji Namun Belum Berhaji", Imam Ali Zaynal Abidin dan al- Junayd mengingatkan mereka yang sudah berhaji, apakah ibadah hajinya benar-benar telah memperhatikan amalan-amalan hakikinya?Bila tidak, hakikatnya mereka belum menunaikan haji! Sedangkan pada kisah "Belum Haji Sudah Mabrur", Abdullah bin Mubarak menunjukkan bahwa predikat "mabrur" tidak semata-mata diberikan kepada seorang yang telah berhaji. Tapi, diberikan juga kepada orang yang sebenarnya hanya "berhaji" sebatas pintu rumah, namun Allah menganugerahinya derajat "haji mabrur". Apakah rahasianya?</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Bibliografi : halaman 117-118</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Kisah-kisah sufistik haji pada buku ini menjelajahi secara mendalam hakikat (dimensi esoteria) ibadah haji melalui pengalaman dan penghayatan spiritual tokoh-tokoh sufi semcam Imam Ali Zaynal Abidin, al-Syibli, al-Junayd, Sufyan al- Tsawri, Abdullah bin Mubarak, Abu Yazid al-Busthami, Ibrahim al-Wasithi, dan. Fudhayl bin Ayyadh. Melalui kisah "Kembalilah! Kembalilah!" dan kisah "Sudah Haji Namun Belum Berhaji", Imam Ali Zaynal Abidin dan al- Junayd mengingatkan mereka yang sudah berhaji, apakah ibadah hajinya benar-benar telah memperhatikan amalan-amalan hakikinya?Bila tidak, hakikatnya mereka belum menunaikan haji! Sedangkan pada kisah "Belum Haji Sudah Mabrur", Abdullah bin Mubarak menunjukkan bahwa predikat "mabrur" tidak semata-mata diberikan kepada seorang yang telah berhaji. Tapi, diberikan juga kepada orang yang sebenarnya hanya "berhaji" sebatas pintu rumah, namun Allah menganugerahinya derajat "haji mabrur". Apakah rahasianya?</dc:description>
    <dc:subject xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Haji</dc:subject>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-979-020-388-4</dc:identifier>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
