<?xml version="1.0"?>
<oai_dc:dcCollection xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
  <oai_dc:dc>
    <dc:title xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Sepasang sepatu tua : sepilihan cerpen  Sapardi Djoko Damono /</dc:title>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Sapardi Djoko Damono
   Pengarang
   Sapardi Djoko Damono
   Pengarang
  </dc:creator>
    <dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
   Sapardi Djoko Damono
   Pengarang
  </dc:creator>
    <dc:type xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">text</dc:type>
    <dc:language xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">ind</dc:language>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Belasan cerpen telah disatukan dalam buku ini. Salah satu ceritanya berjudul "ketika gerimis jatuh'. Kisah ini menceritakan seorang gadis kecil bernama Rini. Ia tinggal bersama Ayah dan Ibunya yang sibuk bekerja. Suatu hari gerimis, saat sore Rini sangat khawatir karena Ayahnya lupa membawa payung. Pikirnya "kasihan Ayah, ia akan kehujanan nanti, lupa bawa payung". Ia semakin khawatir, gerimis semakin deras tak kunjung reda. Akhirnya Rini memutuskan untuk menunggu ayahnya di temoat pemberhentian angkot yaitu di bawah pohon asem. Rini setia menunggu disitu, sementara telfon di rumah beberapa kali berdering.</dc:description>
    <dc:description xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Belasan cerpen telah disatukan dalam buku ini. Salah satu ceritanya berjudul "ketika gerimis jatuh'. Kisah ini menceritakan seorang gadis kecil bernama Rini. Ia tinggal bersama Ayah dan Ibunya yang sibuk bekerja. Suatu hari gerimis, saat sore Rini sangat khawatir karena Ayahnya lupa membawa payung. Pikirnya "kasihan Ayah, ia akan kehujanan nanti, lupa bawa payung". Ia semakin khawatir, gerimis semakin deras tak kunjung reda. Akhirnya Rini memutuskan untuk menunggu ayahnya di temoat pemberhentian angkot yaitu di bawah pohon asem. Rini setia menunggu disitu, sementara telfon di rumah beberapa kali berdering.</dc:description>
    <dc:identifier xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">URN:ISBN:978-602-06-2672-7</dc:identifier>
  </oai_dc:dc>
</oai_dc:dcCollection>
